SURAT PEMBACA

Silakan kirimkan Surat Anda melalui form di bawah ini. Redaksi mengutamakan surat yang ditulis dengan baik dan disertai identitas lengkap dan jelas. Redaksi Niriah.com tidak bertanggung jawab atas isi dari surat pembaca yang tertera dalam halaman ini.


Pengalaman Jadi Nabasah Bank Syariah

Oleh Eko Widodo
01 Februari 2008

Saya punya beberapa pendapat yang mungkin berguna tentang bagi hasil bank syariah yang lebih tinggi dari bank konvensional. Tetapi ini sekedar dari sudut logika saja bukan dari sudut akademik ilmiah.

Saya adalah pengguna layanan syariah. Dulu saya juga skeptis dengan yang namanya bank syariah. Saya beranggapan yang beda hanya istilah, sedangkan isinya sama saja dengan bank konvensional.

Menurut hemat saya, hal paling mendasar yang membedakan bank syariah dan konvensional adalah orientasi bisnisnya. Jika syariah berorientasi memajukan bisnis secara bersama-sama, bank konvensional memprioritaskan keuntungan mereka sendiri dulu.

Kita bisa coba bandingkan misalnya kita punya usaha, pinjam di bank, satu syariah, satu konvensional. Misalnya usaha kita pada bulan tertentu sedang menurun, atau bahkan bangkrut, dan kita tidak mampu lagi membayar angsuran, kalau di bank syariah, pihak bank tidak akan 'tutup mata' apalagi langsung menyita agunan. Paling tidak ada 'kepedulian' dari bank untuk membantu memecahkan persoalan bisnis kita. Nah, kalau di konvensional saya istilahkan begini: Anda pinjam dana, ada agunan, saya setujui, cair, setelah itu terserah cara anda mengembangkan usaha anda. Yang penting tiap bulan selama sekian tahun anda harus membayar angsuran sekian.

Dan satu lagi, (ini pengalaman pribadi). Misal kita pinjam dana selama tiga tahun, dan di tahun pertama kita punya rejeki untuk melunasinya, bank syariah hanya mengambil sesuai bulan terakhir pelunasan ditambah dua kali bagi hasil. Bandingkan dengan konvensional yang menggunakan sistem bayar total selama tiga tahun. Jadi walaupun kita hanya pinjam selama satu tahun, kita tetap harus membayar jumlah sisa bunga dengan hitungan tiga tahun. Mau?

Dan yang lebih penting lagi adalah... saya merasa tenteram. saya berpikir begini, nggak apa-apa saya membayar lebih tinggi, tetapi saya merasa yakin uang itu bisa bermanfaat karena digunakan/disalurkan untuk hal-hal/usaha yang halal. Bukan disalurkan di peternakan babi atau tempat billiard, cafe, pabrik miras, dsb.

Mohon maaf kalau ada kalimat yang tidak berkenan.

Eko Widodo

sc_azzam@xxxxx.co.id
Jl Cempaka 61 Sleman
DIY 55571

niriah.com

Surat Pembaca sebelumnya