SOSOK

M Gunawan Yasni, Ingin Lebih Rahmatan Lil 'Aalamiin

Oleh ISM
31 Oktober 2007

Pertengahan Syawal ini, M Gunawan Yasni menjalani aktivitas yang agak berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya. Pasalnya, Group Advisor Batasa Capital yang juga pernah tercatat sebagai anggota Dewan Syariah Nasional MUI termuda itu (lahir 1969) kini tak lagi punya kewajiban untuk rutin ngantor di Batasa Capital.

"Ya, efektif 28 Oktober 2007 saya resmi mengundurkan diri dari Batasa Capital," ujarnya kepada Niriah.com belum lama ini.

Batasa Capital atau Batasa adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa keuangan dengan fokus pada management, investment banking dan keuangan syariah. Didirikan pada 2001, Batasa merupakan pelopor reksa dana syariah di Indonesia. Di sini, Iwan atau MGY, begitu M Gunawan Yasni sering dipanggil kolega dekatnya, memegang amanah sebagai anggota Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan terakhir menjadi Group Advisor.

Keputusannya untuk tak lagi berkiprah di salah satu pengelola reksa dana syariah terbaik di Indonesia ini tentunya bukan tanpa alasan.

"Saya ingin lebih rahmatan lil ‘aalamiin," ujarnya melalui pesan singkat (SMS) kepada Niriah.com.

Tak lama berselang, menjelang akhir Ramadhan lalu, dalam kesempatan berbuka puasa bersama di sebuah rumah makan di bilangan Jakarta Selatan, MGY memperjelas alasannya tersebut. Menurut dia, setidaknya ada dua hal yang mendorongnya untuk hengkang dari Batasa Capital.

"Pertama, saya mendengarkan pendapat dari teman-teman media, konsultan maupun regulator. Mereka mengharapakan saya lebih independen dengan tidak membawa atribut ke-Batasa-an saya. Antum bisa lebih besar lagi kalau tidak membawa-bawa itu, jaketnya kekecilan," ujarnya menirukan masukan dari teman-temannya.

Sebagai figur sendiri, menurut mereka MGY akan jauh lebih enak memosisikan dirinya sebagai penasihat khusus ekonomi dan keuangan syariah walaupun tidak terbatas bagi regulator pasar modal dan investasi. "Selain itu, bila tetap di Batasa, karena Batasa ada 'investasinya sebagai bagian dari pasar modal', bukan tidak mungkin pada suatu ketika terjadi tarik menarik kepentingan," imbuhnya.

MGY lantas menuturkan alasan kedua yang membuatnya mundur dari Batasa. Menurut dia ini adalah kritiknya untuk Batasa dan industri keuangan syariah secara keseluruhan.

“Dari segi produk, Batasa kini semua reksa dananya syariah. Tapi di institusinya masih ada pemegang saham yang gaya perorangan dan bisnisnya tidak syariah. Bahkan dia bisa dikatakan bukan bagian dari industri keuangan syariah. Harusnya individu-individu yang mempunyai kecenderungan non-syariah jangan terlalu di-accomodate lagi di situ," tegasnya.

Sebagai anggota DPS MGY bertugas mengawasi aspek produk sambil mengembangkan bisnis lain. Ia juga memperbaharui perjanjian yang tadinya konvensional menjadi syariah.

"Tapi sebagai anggota DPS saya hanya bisa mengontrol sisi produk. Sementara manusianya menjadi tanggungjawab masing-masing. Sekian tahun saya bawa Batasa untuk lebih kaffah walaupun sebetulnya belum juga. Dengan demikian, keluarnya saya dari Batasa merupakan teguran sayang saya kepada Batasa. Bagaimanapun saya menyayangi Batasa," ujarnya panjang lebar.


Halaman [ 1 2 Selanjutnya »| ] dari 2

Sosok sebelumnya