SOSOK

Badroni Yuzirman, Gotong Royong Membesarkan Bisnis

Oleh BHS
08 Oktober 2007

"Badai" itu datang pelan-pelan menghantam bisnis Roni Yuzirman. Tiga kios busana muslimnya tak semoncer dulu. Adanya kebakaran, isu pembongkaran, pengelola yang tidak becus, semrawut, premanisme telah membuat Tanah Abang bukan ladang bisnis yang subur.

"Itu seperti keju yang sudah tidak sedap lagi dan lama kelamaan hilang," kata pengusaha kelahiran Betawi menganalogikan bisnisnya dengan hilangnya keju seperti yang dituturkan Spencer Johnson dalam bukunya "Who Moved My Cheese"--buku yang begitu mengilhami langkah bisnisnya.

"Keju" yang tak sedap di Tanah Abang itu akhirnya membuat Roni memberanikan diri hengkang dari pasar yang telah membesarkan keluarga dan bisnisnya itu. Omset sehari-hari bahkan tak cukup untuk menutup sewa toko. Sebuah keputusan yang berat karena Tanah Abang begitu bersejarah baginya.

"Saya tutup tiga toko di Tanah Abang setelah baca buku Spencer Johnson. Saya lakukan business turn around. Mulai lagi dari nol, dari garasi rumah." Ia pun mulai terpikir membuka toko busana muslim online (www.manetvision.com). Dan toko online itu kemudian berkembang toko grosir busana online pertama di Indonesia. Ia hengkang dari Tanah Abang karena tak ingin bernasib seperti tikus yang diceritakan Johnson, yakni telat menyadari bahwa tiada lagi keju di Tanah Abang.

Itu juga yang dilakukan oleh temannya di Tanah Abang. Sahabatnya itu menutup angkat kaki dari Tanah Abang dua tahun lalu, lantaran tak sanggup menyambung sewa. Dia pun pindah ke ITC Cempaka Mas yang sewanya masih murah. Sekarang saya dapat kabar bahwa dia sudah sukses. "Dalam waktu dua tahun dia sudah buka 3 toko, beli 3 rumah, 2 mobil, dan sedang menawar sebuah ruko di Bekasi. Dia tidak hanya dapat keju baru, tapi sekalian pabriknya!"

Badroni membesarkan toko online itu dengan aktif di dunia maya. "Semua saya lakukan," katanya kepada Niriah.com. Ia mempopulerkan bisnisnya dengan membangun blog (www.ronuyuzirman.com). Ia juga menjajakan busananya di iklan-iklan baris online. Tak ketinggalan dia juga membangun komunitas online yakni www.tangandiatas.com (TDA). Ini adalah komunitas tempat Roni dan teman-temannya berbagi pengalaman soal membesarkan bisnis.


Halaman [ 1 2 3 Selanjutnya »| ] dari 3

Sosok sebelumnya