BERITA > SUMBER DAYA MANUSIA

IAEI Sampaikan Tujuh Manifesto Ekonomi Syariah 2008

Oleh ISM
05 Agustus 2008

Seminar Internasional dan Symposium Ekonomi Islam yang dilaksanakan oleh DPP IAEI (Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia) bekerjasama dengan Program Doktor Ekonomi Islam Universitas Airlangga Surabaya (Unair) pada 1-3 Agustus 2008 telah usai dan ditutup secara resmi oleh Prof.Dr. Faithzal Riva'i, MBA, selaku Dewan Pakar IAEI.

Acara yang dihadiri oleh lebih dari 300 peserta, terdiri dari akademisi dan praktisi ekonomi Islam se-Indonesia serta sejumlah pakar ekonomi Islam kaliber dunia dari Mesir, Iran dan Malaysia ini, menghasilkan tujuh butir manifesto.

Sekretaris Jenderal IAEI Drs Agustianto, MA, dalam siaran pers yang diterima Niriah, menyebutkan manifesto ekonomi syariah IAE tersebut adalah sebagai berikut:

1. IAEI prihatin terhadap kebijakan ekonomi pemerintah dalam pengelolaan ekonomi nasional yang eksploitatif terhadap sumber daya alam dan sumber daya nasional lainnya, serta mengabaikan kedaulatan ekonomi kerakyatan yang berbasis pada kebersamaan dan keleluargaan sebagaimana diamanatkan UUD 1945.

2. IAEI mendesak pemerintah dan DPR membuat Undang Undang untuk penerapan dual economic system,  dengan menjadikan sistem ekonomi Islam yang rahmatan lil'alamin dalam sistem dan kebijakan ekonomi nasional, yang dapat mengatasi permasalahan ekonomi yang terjadi selama ini serta mengoreksi kelemahan sistem ekonomi konvensional yang telah memperlebar kesenjangan ekonomi, meningkatkan kemiskinan, pengangguran, dan melahirkan ketidakadilan.

3. IAEI mendorong pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga legislatif untuk mendukung dan mengembangkan ekonomi syariah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

4. IAEI menghimbau seluruh organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam serta para ulama, ustaz dan da'i  untuk berperan aktif mensosialisasikan ekonomi Islam kepada masyarakat, sehingga terwujud keseimbangan materi dakwah antara aqidah, ibadah dan muamalah. Sehubungan dengan itu, para tokoh agama dihimbau untuk memahami dan mempelajari ekonomi Islam agar dapat didakwahkan baik  secara lisan dan maupun dakwah bil hal keada ummat.

5. IAEI mendesak Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama untuk memberikan dukungan penuh dalam pengembangan dan pendidikan ekonomi Islam dengan mempermudah regulasi, akreditasi, dan kemudahan bagi lembaga-lembaga pendidikan untuk menyelenggaran program pendidikan atau program studi ekonomi Islam, serta memberikan dukungan peningkatan kualitas dan kompetensi tenaga pengajar ekonomi Islam di perguruan tinggi Indonesia atau lembaga pendidikan lainnya.

6. IAEI mendorong perguruan tinggi di Indonesia untuk berperan aktif dalam pengembangan sumber daya manusia yang memahami, menguasai, dan menerapkan ekonomi Islam, dengan membuka program-program studi mulai program diploma, S1, S2, S3 untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia islami sebagai salah satu upaya mempercepat perkembangan ekonomi Islam di Indonesia.

7. IAEI mengajak semua pihak (perguruan tinggi, lembaga kajian dan penelitian, dan institusi pemerintah maupun swasta, serta perorangan) untuk melakukan penelitian dan pengembangan sistem ekonomi islam dari berbagai aspek mulai aspek ekonomi makro, mikro, hingga penelitian dan pengembangan produk-produk ekonomi Islam yang dapat diterapkan dalam berbagai sektor kegiatan ekonomi dan kehidupan masyarakat Indonesia.

niriah.com

Berita Sumber Daya Manusia sebelumnya