Oleh ISM
23 Juni 2008
Bank Indonesia memperkirakan total aset perbankan syariah hanya akan mencapai Rp50 triliun tahun ini atau kurang 5% dari aset perbankan nasional seperti yang ditargetkan sebelumnya. Kurangnya sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor penyebab sulit tecapainya target tersebut.
Hal tersebut dikemukakan Deputi Gubernur BI Siti Ch. Fadjrijah di Banjarmasin, pekan lalu (21/6/2008). Selain kurangnya SDM, faktor lain yang turut berpengaruh adalah kecilnya nilai pembiayaan dan baru lahirnya UU Perbankan Syariah.
Fadjrijah menyebutkan industri perbankan syariah membutuhkan sekitar 22.000 orang. Saat ini, paparnya, perbankan syariah diperkirakan hanya memiliki sekitar 8.000 orang yang bekerja di industri tersebut. Dengan demikian, tegasnya, dibutuhkan kira-kira 14.000 orang lagi jika ingin mencapai target 5% dari total aset perbankan nasional.
Upaya yang dilakukan BI, lanjutnya, adalah menyediakan pelatihan melalui Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) yang bekerja sama dengan sejumlah Departemen Pendidikan Nasional dan sejumlah perguruan tinggi.
BI juga berencana untuk merevisi sejumlah Peraturan Bank Indonesia yang tak sesuai dengan UU Perbankan Syariah. Menurut Fadjrijah, bank sentral akan terus mendorong secara serentak industri perbankan syariah baik dari sisi internal maupun dari eksternal.
niriah.com
Berita Sumber Daya Manusia sebelumnya