Oleh BHS
30 Agustus 2007
Bank Muamalat sukses memasyarakatkan kartu tabungan syariah ke berbagai pelosok Indonesia dengan produk Shar-E. Produk penjualan kartu tabungan --yang biasa mereka sebut sebagai kartu uang isi ulang-- itu telah mencapai sejuta.
"Saat ini jumlah nasabah Shar-E telah mencapai 1.005.012 nasabah dengan total dana terkumpul Rp 877 miliar," jelas Direktur Bank Muamalat, U. Safeudin Noer, Rabu (29/8). Itu adalah data hingga 24 Agustus 2007.
Saat ini pemegang Shar-E tersebar di 426 kabupaten/kota di Indonesia. Bahkan Shar-E sudah melayani di 300 kabupaten yang tak ada bank syariahnya seperti kota-kota di Papua. Ini berkat strategi jitu Bank Muamalat yang menggandeng Kantor Pos di seluruh Indonesia.
Saldo para nasabah itu rata-rata juga cukup tinggi. Saat ini di kota-kota yang tak ada bank syariahnya itu, seperti di Manokwari, Sorong, Jayapura, Fak-fak, Serui, Nabire, Merauke, Timika dan Tembagapura, rata-rata saldonya mencapai Rp 1,8 juta.
Bank Muamalat memang membuat terobosan unik dengan kartu Shar-E ini. Nasabah tak harus ke bank untuk membuka kartu tabungan ini. Mereka cukup datang ke kantor pos dan menyetor Rp 125 ribu. Rp 25 ribu untuk biaya administrasi dan Rp 100 ribu adalah uang nasabah yang tersimpan di kartu itu.
Kartu ini bisa digunakan untuk mengambil uang di dua jaringan ATM, yakni kelompok ATM Bersama yang dimotori bank-bank pemerintah dan jaringan ATM BCA. Jadi, sebagai kartu ATM jaringannya lebih luas ketimbang kartu ATM BCA saja atau kartu bank pemerintah belaka. Inilah kehebatan kartu ATM yang bisa dibuka dengan prosedur amat sederhana.
Dengan jaringan yang luas itu, maka menurut Saefudin, kini mestinya masyarakat sudah tak mengenal lagi kedaruratan riba. Karena semua sudah disediakan alternatif kartu tabungan dengan jaringan luas dan sederhana. Apalagi Shar-E ini juga dilengkapi dengan phone banking dan SMS banking 24 jam untuk menjamin kemudahan transaksi.
niriah.com
Berita Pemasaran sebelumnya