Oleh BHS
10 Juli 2007
Pasar ekonomi syariah Indonesia ternyata cukup menjanjikan. Ini yang membuat sejumlah bank asing bersiap-siap mengicarnya. Setelah sukses yang diraih HSBC Amanah, kini dua bank asing besar yakni Citibank dan Standard Chartered mulai pasang kuda-kuda.
''Mereka antri untuk masuk ke syariah. Mereka masih menunggu kejelasan sejumlah ketentuan,'' kata Edy Setiadi, Deputi Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI .
Selain dua bank itu juga ada Al Barakah Islamic Bank dan Qatar Islamic Bank (QIB) yang ingin bersaing merebut kue bisnis perbankan syariah Indonesia. Menurut Edy, mereka sudah mengurus izin di Bank Indonesia. Keduanya akan mendirikan kantor perwakilan di Indonesia.
HSBC Amanah memang telah membuat air liur dunia perbankan menitik. Di Indonesia, bank itu memang baru mulai, tapi perkembangannya cukup menggembirakan. Salah satu transaksi terbesarnya adalah HSBC Amanah telah melakukan sindikasi pembiayaan syariah semester pertama lalu untuk Krakatau Steel. Mereka berhasil menjaring dana internasional sebesar 50 juta dolar AS untuk pabrik baja itu.
Menurut Senior Vice President HSBC Amanah Syariah Mahmoud Abushamma, dalam sindikasi off shore seperti itu mereka mengundang investor dari Timur Tengah, Eropa, dan Asia. Menurut Mahmoud, HSBC Amanah menargetkan investor Timur Tengah dapat memiliki porsi investasi sekitar 60-70 persen pada sindikasi pembiayaan syariah tersebut.
Sebelumnya HSBC Amanah juga telah sukses di Malaysia. Bahkan, HSBC Amanah menjadikan negara jiran itu sebagai pusat bisnis syariahnya. Menurut Managing Director HSBC Amanah Mohamed Ross Mohd Din sebagaimana diberitakan The Star Online, HSBC saat ini menjadi bank asing penyedia layanan perbankan syariah terbesar di Malaysia. Tahun ini HSBC Amanah mengantungi 200 ribu nasabah dan tahun lalu bank ini memberikan kontribusi laba bersih 10 persen dari total laba bersih HSBC Malaysia.
Bagaimana kiprah Citibank dan Standard Chartered? Kita tunggu tanggal mainnya!
niriah.com