Oleh ISM
04 September 2008
Perolehan zakat tahun ini diperkirakan mencapai Rp 1 trilyun atau naik sebesar 20 persen dari perolehan tahun lalu Rp 800 milyar. Peningkatan ini didorong oleh makin banyakan lembaga amil zakat (LAZ) dan meningkatnya kesadaran berzakat umat Islam.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Forum Zakat (FOZ) Hamy Wahjunianto di Jakarta belum lama ini. "Sepanjang tahun ini, saya kira dana zakat yang terjaring bisa menembus angka 1 triliun rupiah," katanya.
Dari jumlah tersebut, menurutnya, minimal sekitar 25 persen akan dijaring sepanjang Ramadhan. Prakiraan ini didasarkan pada porsi rata-rata penjaringan zakat Ramadhan dalam beberapa tahun terakhir.
"Biasanya 25 persen dari dana zakat terjaring setahun dihimpun selama Ramadhan. Dengan demikian, tahun ini mungkin sepanjang Ramadhan bisa sekitar 250 miliar rupiah kalau disimplifikasi," ujarnya.
Hamy menjelaskan, terdapat dua faktor yang menjadi pendorong peningkatan proyeksi penjaringan dana zakat tahun ini. Pertama, bertambahnya jumlah LAZ yang beroperasi menjaring dana zakat di berbagai wilayah Indonesia. Contohnya, FOZ yang tahun lalu hanya berjumlah 34 LAZ nasional dengan penjaringan cukup besar kini telah beranggotakan 39 LAZ. Kedua, meningkatnya kesadaran berzakat masyarakat yang tidak terlepas dengan terus bertambahnya LAZ dan optimalisasi program sosialisasi dan promosi sadar zakat.
Untuk mendukung penjaringan dana zakat tahun ini, FOZ melakukan berbagai upaya. Salah satunya adalah menyediakan jasa pelatihan penjaringan dana bagi berbagai LAZ atau badan amil zakat daerah. Sehingga penjaringan dana zakat di berbagai daerah bisa berjalan lebih optimal, di samping sosialisasi kepada masyarakat mengeani kegiatan sadar zakat.
niriah.com
Berita Keuangan sebelumnya