BERITA > KEUANGAN

BI Siapkan Arsitektur Keuangan Syariah

Oleh ISM
28 Agustus 2008

Bank Indonesia (BI) tengah menyiapkan arsitektur keuangan syariah yang mengintegrasikan seluruh kegiatan ekonomi berbasis syariah. Arsitektur keuangan syariah itu diharapkan terbentuk paling lambat awal tahun depan.

Deputi Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI Mulya E Siregar menyebutkan selama ini kegiatan ekonomi yang menggunakan kaidah syariah masih terpisah-pisah.

"Masing-masing perusahaan buat sukuk, Depkeu juga siapkan sukuk, mereka berjalan masing-masing. Harusnya kegiatan itu terintergrasi," ujar Mulya dalam acara International Muamalah Summit 2008 di Jakarta, Rabu (27/8/2008).

Mulya berkeyakinan adanya arsitektur keuangan syariah dapat mengeliminasi hambatan perbankan syariah. Dengan demikian, dunia perbankan syariah bisa berkembang pada 2009.

Indikator akan berkembangnya perbankan syariah di tanah air, menurut Mulya, bisa dilihat dari revisi Undang-undang 18/2000 tentang PPN yang akan dirampungkan Oktober 2008. Dengan demikian, sambungnya, tidak ada lagi hambatan bagi pengembangan perbankan syariah.

Menurutnya, selama pajak ganda masih menghantui akad jual beli pada sistem ekonomi syariah, maka investor syariah tidak akan leluasa berinvestasi di Indonesia. "Bila ada arsitekturnya, masalah pajak ganda tidak akan berkepanjangan," tambahnya.

Dijelaskan Mulya, bila seluruh hambatan perbankan syariah itu dieliminasi, maka UU Perbankan Syariah pun dapat direalisasikan secara optimal. "UU perbankan syariah sulit diimplementasikan secara optimal bila masih ada aturan lain yang mengganjal," tegasnya.

niriah.com

Berita Keuangan sebelumnya