Oleh ISM
26 Agustus 2008
Pemerintah melalui Departemen Keuangan (Depkeu) memperoleh dana segar hasil pelelangan perdana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk senilai Rp4,69 triliun. Dana itu berasal dari penerbitan sukuk bernomor seri IFR001 senilai Rp2,714 triliun dan seri IFR002 senilai Rp1,985 triliun.
Dirjen Pengelolaan Utang Negara Depkeu Rahmat Waluyanto, di sela Grand Launching Penerbitan SBSN di Pasar Perdana Dalam Negeri Tahun 2008, di Jakarta, Selasa (26/8/2008), menjelaskan yield tertinggi masing-masing tercatat 13,5 persen dan 12,75 persen. Sedangkan, yield tertinggi dimenangkan tercatat 11,8 persen dan 11,95 persen.
Sebelumnya, pemerintah menetapkan pagu indikatif penerbitan sukuk sebesar Rp5 triliun. Jumlah tersebut, menurut Rahmat, sudah cukup memenuhi kebutuhan pasar.
"Walaupun jauh lebih rendah dari penjaminan aset (underlying asset) yang telah disediakan, sebesar Rp18,8 triliun, tetapi karena jumlah total SBN sampai saat ini sudah melebihi target internal, maka SBSN ditetapkan Rp5 triliun," katanya, pekan lalu.
Secara gross (kotor) Depkeu sudah menerbitkan 72 persen dari target SBN. Sementara secara netto (bersih) sudah 80 persen, atau di atas dari target Rp117 triliun.
SBN berdenominasi rupiah ini diterbitkan dalam dua trances, berseri jatuh tempo yaitu tujuh tahun dan 10 tahun. Adapun jenis kupon adalah fixed atau tetap dan frekuensi pembayaran kupon tiap enam bulan sekali.
niriah.com
Berita Keuangan sebelumnya