BERITA > KEUANGAN

UUS Bank Jabar Bakal Jadi BUS

Oleh ISM
25 Agustus 2008

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Jabar mengusulkan pemisahan Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Jabar dari bank induknya. Hasilnya, UUS Bank Jabar diproyeksikan akan menjadi Bank Umum Syariah (BUS) paling lambat Agustus 2009.

Untuk merealisasikan rencana itu, Divisi Bank Jabar Syariah sudah merampungkan proses tender konsultan bisnis yang akan dijadikan panduan upaya spin-off UUS Bank Jabar menjadi BUS. Konsultan bisnis yang mengikuti tender tersebut adalah Karim Business Consulting (KBC), Shariah Economics & Banking Institute (SEBI), Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) dan Batasa Tazkia.

Sejauh ini belum diumumkan siapa yang memenangkan tender. "Nanti kalau sudah ada SK-nya, kami informasikan," ujar Pimpinan Divisi Bank Jabar Syariah, Rukmana kepada Republika, pekan lalu.

Menurut Rukmana, konsultan bisnis tersebut yang akan memandu Bank Jabar untuk mewujudkan BUS. Pemilihan konsultan bisnis untuk pendirian BUS itu, sambung dia, merupakan amanat RUPS Bank Jabar tahun lalu.

Pertumbuhan Divisi Bank Jabar Syariah sangat signifikan. Saat UUS Bank Jabar ini didirikan pada Mei 2000, asetnya hanya Rp 34 miliar. Kini, setelah beroperasi selama delapan tahun, angkanya telah berlipat mencapai Rp 699 miliar.

Pada periode yang sama, posisi dana pihak ketiga melonjak dari Rp 3,3 miliar menjadi Rp 41,5 miliar. Begitu pula dana yang disalurkan meningkat dari hanya Rp 1,2 miliar menjadi Rp 546 miliar.

"Pembiayaan yang tersalurkan, 65 persennya menggunakan akad murabahah. Sementara sisanya musyarakah dan mudharabah," jelas Rukmana.
 
Hingga Juli 2008, tercatat sekitar 41 ribu nasabah yang menyimpan uangnya di Bank Jabar Syariah. Sementara nasabah yang meminjam uang dari Bank Jabar Syariah, hanya sekitar 14 ribu.

Rukmana mengatakan, Unit Usaha Syariah Bank Jabar sangat siap menjadi BUS. Pihaknya optimistis, potensi market syariah di Jabar sangat tinggi. "Masyarakat disini semakin menyadari tentang pentingnya menabung dengan kaidah syariah," katanya.

niriah.com

Berita Keuangan sebelumnya