BERITA > KEUANGAN

Bank Syariah BNI-ICD dalam Proses Valuasi

Oleh ISM
22 Agustus 2008

Pembentukan bank syariah oleh PT Bank Nasional Indonesia Tbk (BNI) dengan The Islamic Corporation for the Development of Private Sector (ICD), anak perusahaan IDB (Islamic Development Bank), diharapkan terlaksana pada 2009. Saat ini proses valuasi terhadap unit syariah sedang dilakukan oleh kedua pihak.

Demikian dikatakan Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo di Tangerang, Jumat (22/8/2008).

"Dari kami sudah selesai tinggal menunggu dari ICD," jelasnya.

Gatot mengatakan langkah kerjasama ini dilakukan karena BNI melihat peluang yang cukup besar dari mitra di Timur Tengah.

"Dengan meningkatnya harga minyak dunia maka meningkatnya jumlah likuiditas di Timur Tengah sangat besar," katanya.

Dikatakannya dengan masuknya modal Timur Tengah diikuti oleh masuknya teknologi dan expertise yang diharapkan akan menciptakan nilai tambah bagi BNI.

Pihak ICD memiliki kapasitas dana cukup besar. ICD berencana tidak hanya berinvestasi pada pendirian bank syariah saja, tapi juga untuk masuk dalam berbagai proyek pembiayaan.

Salah satunya adalah proyek pembiayaan infrastruktur seperti jalan tol dan pembangkit listrik. "Jadi, kami akan memfasilitasi ICD untuk menyalurkan dana mereka membiayai berbagai proyek di Indonesia," kata Direktur UKM dan Syariah BNI Bien Subiantoro menjelang penandatanganan MoU pendirian bank syariah BNI-ICD pada Januari 2008.

Menurut Bien ketika itu, salah satu proyek yang tengah ditawarkan adalah proyek pembangunan jalan tol Becak Kayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu). Proyek tersebut saat ini telah mulai berjalan dengan menggunakan dana sindikasi beberapa bank.

niriah.com

Berita Keuangan sebelumnya