Oleh ISM
15 November 2007
Pertumbuhan pembiayaan syariah di Jawa Barat cukup menggembirakan. Khusus pada 2008 penyaluran pinjaman perbankan syariah di Jawa Barat akan memprioritaskan usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan sektor pertanian.
"Dalam jangka pendek, pembiayaan syariah ini ditujukan untuk mendorong UMKM, kemudian dalam jangka panjang akan difokuskan pada pembiayaan pertanian," ujar Pemimpin Kantor Bank Indonesia (KBI) Bandung, M.D. Soegiarto, di Bandung, Rabu (14/11/2007) seperti dikutip Pikiran Rakyat.
Soegiarto menjelaskan, dukungan terhadap sektor riil melalui pembiayaan syariah akan terus ditingkatkan, apalagi pembiayaan syariah di Jabar pertumbuhannya cukup menggembirakan selama ini. "Pembiayaan perbankan syariah di Jabar sampai triwulan III 2007 mencapai Rp 2,76 triliun atau naik sekitar Rp 400 miliar dibandingkan Desember 2006 yang Rp 2,3 triliun," katanya.
Menurut Soegiarto, kebutuhan terhadap pembiayaan syariah terus meningkat. Terbukti, Financing Deposit Ratio (FDR) perbankan syariah di Jabar pada triwulan III 2007 sudah mencapai 106,7% atau naik dibandingkan Desember 2006 yang sebesar 96%.
Tingkat FDR perbankan syariah yang mencapai 106,7% itu artinya dana pembiayaan yang disalurkan lebih besar dibandingkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). Mengingat, DPK perbankan syariah di Jabar sampai triwulan III 2007 tercatat Rp 2,59 triliun, atau lebih rendah dibandingkan dana pembiayaan yang sebesar Rp 2,76 triliun.
niriah.com
Berita Keuangan sebelumnya