BERITA > BISNIS

BTPN Kembangkan Unit Syariah dan UMKM

Oleh ISM
09 Juli 2008

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) akan mengembangkan dua bisnis besar yakni unit syariah dan usaha kecil mikro dan menengah (UMKM). Keduanya ditargetkan rampung pada September 2008.

"BTPN adalah bank yang potensial, oleh karena itu sangat disayangkan jika BTPN hanya fokus di tabungan pensiun saja," kata Dirut BTPN, Jerry Ng usai RUPSLB di Jakarta, Rabu (9/7/2008).

Jerry menerangkan, pengembangan unit syariah dan UMKM ini telah dirintis Paulus Wiranata ketika menjabat Direktur Utama.

"Kami sebagai tim manajemen yang baru akan melanjutkan recana untuk masuk dan menguatkan di sektor-sektor UKM dan unit syariah. Langkah-langkah yang disiapkan menambah jumlah kantor cabang pembantu hingga 100 unit dalam enam bulan mendatang," ujarnya.

Menurut Jerry, UMKM sampai dengan 2008 ini akan difokuskan di Pulau Jawa, Sumatera, dan Indonesia bagian Timur. Di kota-kota tersebut BTPN akan membuka hingga 100 kantor cabang.

Untuk membangun kantor cabang tersebut, setidaknya BTPN membutuhkan dana Rp100 miliar. dana tersebut, menurut Jerry, didapat dari anggaran belanja modal (capex) yang akan dipenuhi dari dana internal.

Per 31 Maret 2008, BTPN membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp154 miliar dan laba bersih sebesar Rp107 miliar. Aset Bank BTPN mencapai Rp11,8 triliun dengan tingkat rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 1,2 persen. Sementara NPL netto mendekati nol persen. Sedangkan return on asset (ROA) pada akhir Maret 2008 mencapai 5,4 persen dan return on equity (ROE) mencapai 34,9 persen dan loan to deposit ratio (LDR) tercatat 86 persen.

niriah.com

Berita Bisnis sebelumnya