BERITA > BISNIS

Alif Finance Bidik Sindikasi Rp1 Triliun

Oleh ISM
26 Juni 2008

PT Al Ijarah Indonesia Finance (Alif), perusahaan pembiyaan korporasi pertama di Indonesia, tengah membidik sejumlah sindikasi pembiayaan senilai Rp1 triliun tahun ini. Salah satu kesepakatan yang tengah difinalisasi adalah pembiayaan industri billet atau pengolahan baja bekas (scrab) senilai Rp300 miliar.

Presdir Alif Finance Herbudhi S. Tomo mengatakan sejumlah pembiayaan yang tengah dibidik di antaranya sektor transportasi, alat berat, perkapalan, agribisnis, dan proyek properti.

"Sebagian besar sudah proses, yang mendekati adalah pembiayaan proyek industri pengolahan baja bekas. Ada juga yang hampir final, tetapi masih terganjal," ujarnya kepada Bisnis Indonesia di Jakarta, pekan lalu.

Dia mengungkapkan untuk kesepakatan dengan industri pengolahan baja bekas itu kemungkinan bulan depan. Alif Finance, lanjutnya, dalam sindikasi ini menggandeng tiga bank syariah dalam negeri. "Kami menggandeng induk perusahaan [Bank Muamalat], dan bank syariah lainnya," jelasnya.

Menurut rencana, kata Herbudhi, pinjaman dana itu akan terbagi atas pembiayaan investasi pabrik senilai Rp150 miliar dan pembiayaan modal kerja sebesar Rp150 miliar.

Sampai ini, Alif Finance telah melakukan sindikasi pembiayaan internasional untuk dua perusahaan di Indonesia, yakni Gapura Prima dan Elnusa yang nilainya sebesar US$31 juta dan Rp198 miliar. Selain itu, bulan lalu perseroan baru saja menjadi lead arranger dalam penerbitan obligasi PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk senilai US$22 juta.

niriah.com

Berita Bisnis sebelumnya