Oleh BHS
17 Juli 2007
Meski umur bisnisnya masih belia, bisnis asuransi syariah di Indonesia sudah meroket. Bahkan, banyak perusahaan asuransi yang yakin pertumbuhan asuransi syariah bisa meroket dua kali lipat.
Asuransi Syariah Allianz, contohnya, meski baru beroperasi pada tahun pertama mereka telah membukukan premi sebesar Rp 15,8 miliar dari 2.230 polis.
"Ini jauh melampaui target kami," kata Presiden Direktur Allianz Life Indonesia Jens Reisch beberapa waktu lalu. "Kami optimis tahun ini pertumbuhan asuransi syariah allianz 2007 ini akan mencapai dua kali lipat dari pencapaian dua tahun lalu," katanya.
Reisch menuturkan, sebagian besar muslim Indonesia yang taat cenderung memilih produk jasa keuangan syariah.
Lonjakan pertumbuhan juga dialami oleh Asuransi Takaful Keluarga. Pada paruh pertama tahun 2007 ini, premi asuransi syariah pertama di Indonesia itu meningkat 93 persen atau senilai Rp 80,9 miliar. Padahal tahun lalu premi tengah tahun hanya separuhnya.
Direktur Utama Asuransi Takaful Keluarga, Agus Edi Sumanto yakin, perusahaannya pada akhir tahun ini akan meraup premi 150 persen lebih tinggi dari tahun lalu.
Kesadaran menggunakan asuransi syariah kini memang sedang menguat. Ini fenomena global, tak hanya di Indonesia. "Asuransi syariah bakal berkembang pesat di negara-negara Barat seperti AS, Inggris, dan negara Eropa lainnya," kata General Manager Manajemen Keuangan dan Korporasi Solidarity Bahrain, Ashraf Bseisu.
Ashraf memperkirakan total premi asuransi syariah di dunia saat ini antara 1,7 hingga 2,3 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, sekitar 46 persen premi berada di pasar asuransi syariah Timur Tengah. Sisanya ada di belahan dunia lain seperti AS dan Eropa.
Menurut Ashraf, pada 2015 pasar asuransi syariah akan meningkat tiga kali lipat menjadi sekitar 7,4 miliar hingga 14 miliar dolar! Jumlah yang lumayan besar untuk menebarkan berkah ekonomi syariah.
niriah.com
Berita Bisnis sebelumnya