Oleh ISM
04 Juli 2007
Sebentar lagi kantor bank konvensional yang melayani transaksi perbankan syariah (office channeling atau OC) akan dipasangi logo IB. Pemasangan logo IB atau kependekan dari Islamic Banking diwajibkan oleh Bank Indonesia (BI) untuk mengoptimalkan sosialisasi layanan perbankan syariah bagi masyarakat umum.
Pemasangan logo IB berlaku pula bagi seluruh produk dan layanan bank syariah. Logo tersebut wajib dipasang di seluruh fasilitas layanan perbankan syariah, seperti di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) bank konvensional yang membuka layanan syariah.
''Kita harapkan akhir bulan depan sudah terpasang. Bila ada bank yang enggan memasang logo tersebut, kami akan panggil,'' kata Direktur Direktorat Perbankan Syariah BI, Ramzi A Zuhdi usai menghadiri peluncuran logo syariah bersama di sela perayaan HUT BI, Senin, (2/7).
Sebelumnya, pada 15 Juni 2007, pemakaian logo IB telah disepakati dalam pertemuan seluruh bank syariah dengan BI. Pada pertemuan tersebut disepakati pula mengubah identitas bisnis dari layanan perbankan syariah menjadi layanan perbankan Islam (Islamic Banking Service atau IBS).
Penggunaan istilah perbankan Islam dinilai lebih tepat. Ini lantaran penggunaan terminologi syariah tidak dikenal di level internasional. Terbukti, sebagian besar negara lebih memilih menggunakan terminologi 'layanan perbankan Islam'.
"Logo tersebut (Islamic Banking) akan membuat industri perbankan syariah Indonesia semakin berkembang, terlebih bila hendak berekspansi bisnis ke luar negeri atau menarik investasi asing ke dalam negeri. Hampir seluruh industri perbankan syariah menggunakan terminologi Islamic seperti Heong Leong Islamic Bank Malaysia, Dow Jones Islamic Index, Badr Islamic Bank di Rusia," ujar Direktur Bank Muamalat Indonesia U Saefuddin Noor kepada Republika beberapa waktu lalu.
Pendeknya, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan penggunalan logo perbankan Islam tersebut. Dalam konteks bisnis internasional penggunaan merk atau terminologi perbankan Islam cukup menguntungkan.
''Layanan perbankan Islam mudah dikenal di dunia dan diakui sebagai brand yang cukup baik,'' kata Saefudin.
niriah.com
Berita Bisnis sebelumnya