Oleh ISM
02 Juli 2007
Dirut BRI Sofyan Basir mengumumkan bahwa BRI telah mengakuisisi Bank Jasa Arta seharga Rp 61 miliar. Pengumuman penting tersebut disampaikan Sofyan Basir, disela-sela peringatan ulang tahun Bank Indonesia ke-54 di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (2/7/2007).
Bank konvensional yang baru diakuisisi tersebut dipastikan bakal segera berubah wujud menjadi Bank BRI Syariah. "Tahun depan targetnya kita konsolidasikan ke UUS BRI sehingga kita punya Bank BRI Syariah. Hal ini akan kami bahas di RUPSLB untuk disetujui oleh para pemegang saham," ujarnya.
BRI memang berencana melakukan pemisahan (spin off) unit syariah. Setelah proses itu rampung BRI berencana mengkonversi 1.000 cabang unit desa, dari hampir 5.000 unit desa yang dikelola, untuk dijadikan bank syariah dan merealisasikan rencana ini, perseroan memutuskan mengakuisisi bank lain.
Dengan demikian, pengumuman akuisisi ini sejatinya tidak terlalu mengejutkan. Seperti diketahui kabar ini telah berhembus sejak sejak April silam. Kala itu diberitakan BRI melakukan uji tuntas terhadap empat bank konvensional untuk dijadikan unit syariah. Kemudian dari proses tersebut mengerucut menjadi tiga. Lalu, pada Mei 2007 dipastikan tinggal dua.
"Sekarang sudah ada dua bank. Tinggal putus," kata Dirut BRI Sofyan Basir usai penandatanganan kredit sindikasi tiga bank dengan PLTU Tanjung Kasam Batam, di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (30/5/2007).
Meski sudah selesai melakukan kajian pembelian untuk satu bank kecil, saat itu BRI belum mau memutuskan pembeliannya. Pasalnya BRI masih negosiasi satu bank lagi yang diharapkan harganya lebih murah.
Rencana BRI memiliki BRI Syariah pernah diungkapkan Sofyan kepada wartawan. "Akhir September mudah-mudahan sudah punya BRI Syariah, tapi dengan persetujuan RUPS juga," ujar Sofyan kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Sofyan merasa optimistis BRI akan sukses di pasar syariah. "Pasar syariah di Indonesia cukup besar, contohnya masyarakat dari pesantren, massa pesantren Muhammadiyah di Indonesia 20 hingga 30 juta, NU juga besar, jadi itu semua pangsa yang besar," ujarnya.
Hadirnya BRI di pasar syariah diharapkan berpengaruh signifikan menggenjot akselerasi pertumbuhan pangsa bank syariah di Indonesia. Pengalaman BRI selama 111 tahun di pasar retail yang menjangkau hingga pelosok bisa menjadi pijakan bagi suksesnya perbankan syariah nasional mencapai target pangsa pasar syariah yang ditetapkan BI sebesar 5,25% pada 2008.
niriah.com
Berita Bisnis sebelumnya