Oleh ISM
15 November 2007
Indonesia masih kekurangan entrepreneur. Jumlahnya hanya sekitar 450 ribu orang atau kurang lebih 0,18% dari total populasi penduduk Indonesia. Padahal, negara tetangga Singapura jumlah entrepreneurnya mencapai 7% dari total populasinya yang 40 juta penduduk.
Fakta tersebut diungkap Ciputra, pengusaha sukses pemilik kelompok usaha Ciputra Group, dalam workshop dua hari bertajuk "Wirausaha Muda Mandiri", di gedung Annex Building, Jl. H Agus Salim, Jakarta (15/11/2007).
Menurut Ciputra salah satu penyebab rendahnya jumlah entrepreneur di Indonesia adalah sistem pendidikan yang hanya fokus pada penciptaan tenaga kerja, bukan menciptakan enterpreneur-enterpreneur yang potensial.
"Setiap tahun, lembaga-lembaga pendidikan menghasilkan pengangguran, karena mereka tidak didorong untuk menjadi pelaku wirausaha," tegasnya.
Hal tersebut cukup ironis, mengingat Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah yang siap diolah.
"Indonesia termasuk dalam ranking 10 besar penghasil tembaga, emas, natural gas, nikel, karet, dan batubara. Jika kita memiliki banyak enterpreneur yang potensial, seharusnya Indonesia bisa menjadi pemain internasional yang diakui," tegasnya.
Ciputra tak hanya menyentil. Untuk mendorong munculnya entrepreneur-entrepreneur yang potensial untuk masuk ke dunia bisnis, pemerintahan, akademik dan sosial Ciputra mendirikan Ciputra Foundation.
Program yang disiapkan Ciputra Foundation antara lain mempersiapkan modul pengayaan enterpreneurship di kurikulum nasional, mengembangkan kurikulum enterpreneurship di universitas Ciputra, dan mengadakan pelatihan tiga bulan kepada masyarakat.
niriah.com
Berita Bisnis sebelumnya